Rabu, 12 September 2012

Cerpen Cinta "Kita Tidak Untuk Satu"


҉ Kita Tidak Untuk Satu ҉
Belakangan ini aku mulai tertarik mengikuti perkumpulan pemuda dan remaja di gerejaku yang sering disebut KOMPAREM. Disitu banyak teman – teman seumuranku tentunya, dan keinginanku ini didukung oleh Bapak dan Ibuku. Tentu untuk pertama kalinya aku pasti malu karena belum terlalu akrab dengan mereka. Dan aku pun juga tidak tau jadwal PA(Pemahaman Alkitab) dan aku bingung harus bertanya kepada siapa. Suatu hari saat aku sedang online di Facebook aku melihat salah satu teman gerejaku yang nama accountnya adalah Bernard Septian. Lalu kukirim chat “Hay.. J” sapaku dengan manis, “Hay juga.. J” Balasnya, “Eh, aku dikasih tau jadwal PA donks.. Hehehe” sebenarnya agak gengsi untuk mengirim chat itu tapiii… ya sudah. Kemudian dia menjawab “Emm.. OK ! Tapi aku nggak punya nomer HPmu, aku minta ?” Waduww.. Aku jadi salah tingkah sendiri ini, maklum sebenarnya kan aku juga ‘lumayan’ nge-fan sama dia J dan akhirnya aku kasih nomer HPku.
Hari Sabtu sore HPku berbunyi tanda ada SMS dan dari nomor yang belum aku kenal, ternyata isinya “Besok berangkat PA yaa.. Di Gereja Klepu jam 10.00 WIB. Datengg ya.. GBU J “ Seketika aku menduga yang mengirim pesan ini adalah dia. “Oh, Okey. Thanks ya.. GBU too… J “ Aku kirim pesan itu sebagai balasan. Hari Minggu selanjutnya aku berangkat ke Gereja dan tentunya aku tidak sendiri, aku mengajak temanku Lintang.
Malu rasanya, padahal baru pertama kalinya datang tapi sudah telat dan Pak David, pendeta di Gerejaku sudah mulai firman. Gara – gara si Lintang yang lemodnya minta ampun. Dan Pak Davit kemudian menyuruhku dan Lintang untuk berkenalan. Kemudian berkenalanlah kami. Masih ku ingat firman saaat itu adalah tentang 10 Hukum, Hukum Kasih, Doa Bapa Kami, Pengakuan Iman Rasuli.
Seminggu selanjutnya, ada acara PA di Gereja lagi. Padahal aku sedang ada acara lain. Dan akhirnya aku tidak berangkat. Setelah hari itu, dia menjadi sering mengirim pesan singkat untukku. Hingga akhirnya aku menjadi dekat dengannya. Tidak kuduga sebelumnya akan menjadi seperti ini.
5 September 2012, itu Hari Ulang Tahunnya yang ke 16 tahun. Kebetulan malam itu aku tidak bisa tidur hingga tengah malam karena banyak saudaraku yang dating ke rumahku. Tepat jam 00.00 WIB aku mengirimkan pesan kepadanya “Happy Birthday to you.. Happy Birthday to you.. Happy Birthday.. Happy Birthday.. Happy Birthday to You.. Selamat Ulang Tahun Kakak.. Be Better and Jesus always Blesses You J *maaf aku SMS jam segini. Hehhe..” Setelah itu tak tau kenapa aku sudah bisa tidur.
Bangun tidur jam 05.30 WIB, maklum semalem aku tidur terlalu larut. Walaupun mataku belum melek sepenuhnya langsung saja ku ambil Handphoneku yang selalu ku sanding. Aku sangat berharap ada sambutan senyuman pagi dari si Dia, tapiii….. Huh ! Aku kecewa, tidak ada pesan apa – apa dari si Dia. Ya sudahlah, mungkin Tuhan belum Berkehendak Pagi ini. Hehehe.
Pulang sekolah kira – kira jam 13.30 WIB langsung ku cari HPku dan ada 1 pesan dari Dia. Ku baca, isinya “Gi up km ?”. Waow! Tuhan, apaan ini !! Nggak bisa menghargaiku sedikit saja. Ku coba sabarkan diriku sendiri. Kecewa memang, karena malem itu aku berusaha Stay melek Cuma buat kirim pesan itu.
Nggak tau kenapa, tiba – tiba dia itu sms aku “Aku suka kamu J” Kaget tentunya dalam hatiku berkata “What?? Apa ini Tuhan.. “. Ku balas SMSnya “Maksudmu ?” “emm.. Aku suka sama kamu..”  Aku salah tingkah sendiri baca SMS itu, dan hanya bisa menjawab “Hahahahhahahaaha”. Aneh ? Memang! Speechless. “Kamu mau jadi pacarku nggak ? “ balasnya. Haduh Tuhan perasaanku semakin tak karuan ! Dag dig dug dueeerrr ! Bolehlah lebay sedikit J. Aku hanya menjawab “La kenapa kamu pengen jadi pacarku?” “Kamu Indah di mataku..” Balasnya singkat yang sangat bermakna. Aku cuma bisa menjawab “Kita sahabatan aja ya J”. “Kenapa ? “tanyanya, “Aku pengen focus sama sekolah dulu ‘kan aku sebentar lagi ujian. Lagian kita juga lebih asyik sahabatan kok. Yakin ^,^v “ aku hanya bisa menjawab dengan yang ada dipikiranku saat itu saja. “Ok kalau itu inginmu, tapi inget ya aku mau nunggu kamu sampai selesai ujian ! Kamu harus jadi pacarku.. wkwkwkwk”. Ih ni bocah nggak pantang nyerah banget ya ! haha. I just can Laugh if remember it. Dengan santainya ku jawab “Jika Tuhan Menghendaki yaa J”. “OK! (y)” balasnya.
Dari hari ke hari seorang Bernadita Purba Septian yang namanya seperti seorang perempuan itu mampu membuatku jatuh cinta dengan tingkah laku, sifat dan sikapnya. Dia sering mengajakku pelayanan di Gereja dan seorang Bernad pula yang menuntunku semakin dekat dengan Tuhan. Setiap malam dia SMS kepadaku mengingatkan untuk membaca Firman Tuhan dan merenungkannya.  
Singkat cerita, aku sudah lulus dari ujian. Puji Tuhan, nilaiku Ujian sangat membanggakan. Tentunya keberhasilanku ini tidak lepas dari semangat dan dorongan orang – orang di sekitarku. Untuk merayakan keberhasilanku ini, dia mentraktirku makan kemanapun aku mau. Ohh.. So sweet . Tapi kami tak hanya berdua, kami juga mengajak teman – teman se-KOMPAREM. Acara itu penuh dengan kecerian dan sukacita yang terpancar dari wajah kami semua.
Hingga sampai di akhir acara dia mengajakku menjauh dari teman – teman dan berkata “Aku masih setia hingga hari ini..” ucapnya. “Aku juga masih mencintaimu..” Ucapku yang membuatku air mata yang sudah tertahan di pelupuk mata memaksa untuk keluar. “Benarkah ?” jawabnya “Apakah kau meragukan aku ?” tangkasku. “Tidak..Tidakk..” jawabnya dengan cepat. Dan aku hanya menjawab dengan senyuman. “Jadi, kau akan menjadi kekasihku ?” tanyanya. “Emm.. Pengen tau banget apa pengen tau aja ? wekkkk” Kataku sambil berlari meninggalkannya yang kemudian dia menyusulku. “Hah, awas yak au… Hahahhaha”
Hubungan kami bertahan sampai kami berada di Perguruan tinggi, walaupun sempat mengalami beberapa badai di tengah jalan. Tapi, setelah aku lulus dari Perguruan tinggi, aku mendapatkan beasiswa di Amerika Serikat tepatnya di
Harvard University
untuk melanjutkan pendidikan S2 ku kami harus mengakhiri hubungan kami, karena aku tak ingin membuatnya tersiksa jika harus menjalani Long Distance Relationship (LDR). Jujur, hati ini tak sanggup tapi… Mungkin ini jalan Tuhan untuk Kami.
4 tahun kemudian aku sudah mendapatkan gelar magisterku, sepulang dari U.S.A aku mendengar kabar bahwa sebentar lagi Bernad akan menikah dengan seorang wanita yang ku kenal. Dia adalah Lintang, sahabat lamaku yang dekat sekali denganku. Dan aku hanya bisa ikut berbahagia karena Lintang juga seorang yang baik. Aku tak akan pernah melupakan kenangan antara aku dan Dia. Aku hanya bisa menangis saat mendengarkan lagu kesukaanku yang dipopulerkan oleh Meja, dengan judul I’m Missing You. “I miss your love, since you've been gone
I find it hard to go on
The summer skies, don't mean a thing 
I thought I'd always be strong
I got a feeling inside
and it's making my heart cry, cause... I'm missing you 
and it's making me blue, yeah
I'm missing you
but what can I do?
I'm a thousand miles away
From you So here I am, and everything's new
I should be happy in love
But all I know, I look deep in my eyes
I've never felt so alone
and this feeling inside,
is making my heart cry, cause...”
                J Tamat J      

 Yo Ha Na ^,^

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar